
Pagelaran busana traditional pada hari ke dua di pameran Jakarta Wedding Festival ini kembali memanjakan mata peminatnya dengan keindahan dan keunikan hasil karya 3 orang desainer kebaya modern. Mereka adalah Yasra dari Yasra Studio, Inar dari Prestige dan raden Sirait dari label Luire.
Yasra Hayati dari Yasra Studio menampilkan rancangan-rancangan perpaduan kebaya klasik dan kebaya modern dengan potongan leher yang unik dan kerah tinggi. Kesan glamour dan elegan ---sesuai dengan tema rancangannya yaitu “glamour elegant” --- ditampilkan melalui taburan kristal Swarowsky, payet, dan mutiara di atas bahan brokat Perancis dan tulle.
Rancangan kebaya label Prestige by Inar pun tak jauh berbeda. Kebaya-kebayanya juga bernuansa segar dan modern, tanpa melepas ciri khas kebaya nasional Indonesia. Lihat saja, beberapa karyanya yang masih menyampirkan selendang di bahu, layaknya para wanita jaman dulu berkebaya. Potongan yang pas badan dan detail yang simple namun tetap elegan ditampilkan melalui aksen-aksen kerah kebaya sunda dan gaya Victorian. Tampilannya menjadi kian cantik saat dipadukan dengan kain songket, kain batik, serta rok flare dan model balon.
Gebrakan yang lebih berani ditampilkan oleh raden Sirait dengan label komersial Luire. Mengusung tema rancangan “Kebaya for the World”, raden Sirait mengkombinasikan unsur traditional dan international secaran unik. Tambahan taburan kristal, mutiara lombok, payet bergradasi unik, serta pilihan warna-warna berani, terutama merah menyala, kian mempertegas bias glamour dan elegan dalam setiap rancangannya. Berbekal semua inilah, raden Sirait merasa yakin, dapat membawa kebaya ke kancah dunia mode internasional.










