SMA Negeri 1 Langsa

Langsa, kota indah lagi Asri, bagi orang yang pernah tinggal akan merasakan kehangatan dan keramahan warganya. Lebih kurang 3 km dari Pusat Kota arah Barat menuju Banda Aceh, disisi kiri terlihat sebuat Bangunan Tua yang kala itu terlihat Asri dengan pepohonan yang Rindang hampir diseluruh halaman, ya... Bangunan itu adalah SMA Negeri 1 Langsa. Mendengar nama itu pasti semua orang yang pernah bersekolah ditempat "itu" mempunyai kenangan yang indah, saya yakin dari berdirinya sekolah sampai sekarang orang-orang yang menuntut Ilmu di SMA 1 Langsa tidak akan pernah lupa dan melupakan "kenangan terindah" yang tercipta semasa SMA dulu. Entahlah, kenyataan berbicara demikian, masa-masa SMA adalah masa paling indah dalam hidup, Yuk... sekarang kita mengenang,dan mengingat, ... !!!!

Tetapi, ...
Setelah itu tuangkanlah dalam sebuat tulisan apakah itu sedih, lucu, senang, gembira, marah, dihukum guru, makan diwarung, olahraga, menyotek, cabut, upacara, bersama guru, didepan kelas, pacaran, ngusilin teman, malu, juara, naik kelas, naksir cowok, naksir cewek, naksir guru, nyeritain teman, pertandingan olah raga, malam kesenian, malam perpisahan, nganter pulang temen cewek, dianter pulang cowok, naik angkot, dibonceng pacar, jalan bareng, heking, ke pantai, berkemah, ke kebun sawit, belajar bersama, wah terserah deh, yang penting apa saja yang masih inget tuangkanlah agar kita semua bisa berbagi cerita, yang penting sopan lah, dan tidak mengandung sara, semua boleh mengirim apakah anda angkatan tua ataupun muda, kirim ke hariyono.chairuddin@yahoo.com ., agar bisa saya upload di Blogs ini, oh ya... kalau bisa kirim nya bareng photo, photo jadul juga bagus dan keluarga tentunya

Blog ini juga tempat kita bisa saling
bersilaturrahim sesama alumni SMA Negeri 1
Langsa, yang hilang bisa ketemu, yang putus bisa
disambung dan yang belum kenal bisa saling
kenal, Insya Allah bermanfaat, amin.

Tentang Penulis

Terlahir dari seorang Ibu Jawa dan Ayah Melayu Tanjung Pura, dan dilahirkan disebuah kampung bernama Geudubang Jawa, Kec. Langsa Tunong, Kota Langsa. Laki-laki kecil ini lahir dari dari Rahim Ibu yang telah dulu berpulang ke Haribaan Illahi pada tahun 1999 saat sedang Cuci darah karena Gangguan Ginjal yang kronis akibat komplikasi Diabetesnya, saya yang lahir dibidani oleh "dukun beranak", jam dinding kala itu menunjukkan pukul 22.29 pada hari Rabu, tepatnya 17 Agustus 1966 yang menurut sejarah hari itu bertepatan HUT Kemerdekaan RI.
Bersekolah SD Neg. 4 Langsa, Alhamdulillah tamat tahun 1979 (sempet nambah 1/2 tahun karena kebijakan Pak Daud Yoesoef Mendiknas kala itu), dan meneruskan di SMP Neg. 2 Langsa, dan Alhamdulillah juga saya bisa tamat tahun 1982, akhirnya saya dengan saran Ibu Sarifani (Tetangga sekaligus Guru Faforit saya) saya diterima di SMA Neg. 1 Langsa, tepatnya di tahun 1983 saya ditempatkan di kelas I-2. Masih segar dalam ingatan saya berwali kelas Bapak Hamzah dan saya berkelas antara lain, Ian Bedos, Safrida, Agus Salim, Isbloe, Yasrah, dan masih banyak lagi, mereka semua temen-temen yang baik dan mengasyikkan.
Masuk semester II entah kebetulan atau takdir saya masuk dalam kelas 1 IPA 1, yang kala itu kata orang2 dan temen2 seangkatan termasuk kelas Faforit (orangnya pinter-pinter, ganteng2, cantik2, baik hati, tidak sombong, rajin Sholat, terkadang sedikit nakal, he...he...he...).
Berdalih pinjem buku catatan, suatu hari saya pinjem buku catatan pada seorang cewek cantik berambut panjang, karena maksud hati ingin menarik perhatian sang cewek, akhirnya terciptalah kenangan terindah di masa "itu", pendek cerita ya gitu deh, akhirnya kami "pacaran" dan Dialah wanita pertama yang mengisi sisi hati kehidupan, keindahan, keceriaan, cemburu dan kebahagiaan selalu mengalun bersama alunan harmonisasi kehidupan remaja kala itu.
Ah,... tapi itukan masa lalu ya, biarlah menjadi kenangan tersendiri.

Mengisi keseharian bersama temen2 sekelas kala itu sangat menyenangkan seolah keakraban itu milik 3 IPA 1 yang lain numpang, he he he, namun waktu itu "akhirnya datang juga" hingga perpisahan itu terjadi juga, kehidupan harus terus berjalan, tepatnya Juni 1985 kami dipisahkan oleh waktu. Kami semua harus menggapai cita-cita sambil membawa kenangan masing2.
Selepas SMA saya mencoba ikut Sipenmaru di UGM Jogja, mungkin karena otak yang pas-pasan dan Takdir menentukan lain, saya harus kuliah diswasta, setamat DIII Ekonomi saya berjalan agak ke timur Indonesia, tepatnya tahun 1989 saya melanjutkan kuliah di Universitas 17 Agustus '45 Surabaya, hingga tahun 1992 akhir saya kelar dan kembali menjalani hidup di Jakarta.
Setahun saya di Jakarta, tepatnya 25 Nopember 1993 saya menikahi Gadis Jawa/Aceh kelahiran Jogja dan sejak kecil sudah tinggal di Langsa, ternyata Dia kakak kelas sewaktu SMA dulu, bahkan kami tidak saling mengenal, tapi saya tau Gadis "itu", ya itulah "Jodoh" itu hak Prerogatif Allah kita tidak bisa masuk di wilayah itu, hidup didunia saja tidak ada yang tau kecuali Allah, Pria yang beruntung ini sekarang telah memiliki 3 anak dari Gadis yang biasa disapa Ipaq oleh teman dan keluarganya., Syukur Alhamdulillah kebahagiaan itu selalu menyertai kehidupan kami, amin. Sekarang kami tinggal di Selatan Jakarta arah Barat Daya sebelah Kota Tangerang tepatnya di Villa Bintaro Indah.

Hariyono Chairuddin
Alumni '85
3IPA1


Tampilkan postingan dengan label Is Blue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Is Blue. Tampilkan semua postingan

10 Maret 2009

Hobiis tanaman hias yang juga Dosen



Ir. Rahmi Zuhra atau teman-teman seangkatan memanggilnya Jujuk, alumni 1985 3 IPA 1 sekarang bekerja mengabdikan diri sebagai pegawai Dinas Pertanian, Kabupaten Aceh Timur, hidup bahagia dengan suami tercinta Jamalludin asli Lamno dan sudah dikaruniakan 2 putri dan seorang putra. Perkenalan dengan suami mungkin aja namanya sama ya.... he he jadi jatuh cinta sama namanya x ya Juk.

Disela luang teman kita ini membuka usaha sesuai ilmu yang dianutnya bidang pertanian yaitu menjual bermacam-macam bunga dengan lebel Fina Farm, lumanyan lah katanya untuk menambah penghasilan rumahtangga, kalau jenis anggrek ya untuk Kota Langsa di Fina Farm yang terlengkap koleksinya, setiap minggu sebagian besar bunga anggrek di fasok dari Jakarta dan Bogor kemudian setelah tiba di Langsa 60 % anggrek tersebut di pasarkan kembali Jujuk ke kota-kota lain di Aceh seprti Lhoekseumawe, Bireun dan Banda Aceh.

Iskandar Haka

12 Februari 2009

Jailani



JAILANI AGENSI

Kios Strategis Wak jai

Kalau mau cari berita apa saja di Langsa..... ya datang saja menuju Kios Wak Jai, semua tersedia disana dari koran terbitan lokal sampai terbitan nasional, buku bacaan, tabloid, serta majalah mengisi kesibukan berdagang teman kita Jailani setiap harinya.
Jailani atau wak Jai teman-teman alumni SMA Negeri 1 Langsa dari hampir semua angkatan sampai sekarang tahun 2009 pasti mengenal beliau, teman kita ini masuk SMA tahun 1982 dan selesai di tahun 1986, ya benar karena kesibukannya berdagang membuat Wak Jai ada dibangku SMA selama 48 bulan, aktivitas berdagang telah ia tekuni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar hal ini ia lakukan untuk mengisi kios jualannya jika kedua orang tua beliau berhalangan hadir menjaga dagangan dan otomatis jika pada saat itu jam sekolah ya.... terang aja Wak Jai berhalangan hadir ke Sekolah.
Kios dengan lebel Jailani Agency hanya berukuran 1,5 meter x 3 meter, tapi kita jangan anggap remeh melihat ukuran kios nya tetapi kita akan terperanjat melihat omzet penjualannya, walaupun tidak ada data pasti mengenai omzet penjualan dari mulut Wak Jai akan tetapi dapat direka dimana khususnya penjualan koran untuk Kota Langsa Jailani Agensi berada dalam kelompok 3 besar pemegang pangsa pasar, belum lagi penjualan rokok dan air mineral turut menambah kocek teman kita ini setiap harinya. Terlahir sebagai anak pertama menjadikan Jai sangat mandiri, pekerja keras bahkan teman berdebat yang sangat keras mempertahankan prinsip apa yang iya yakini benar, dan bisa berubah drastis menjadi sangat ramah dan bersahabat kalau tiba-tiba datang langganan menuju kios beliau dan untuk sementara diskusi berhenti sejenak...... begitulah kalau kita ketemu Jailani.

Masih Terus Berdagang

Karena keasikan mencari duit..... teman kita ini masih berstatus lajang tulen, padahal pengalaman beliau segudang, pernah kuliah di Politeknik Lhoekseumawe dan PAAP Universitas Syiah Kuala antara tahun 1986-1988 tetapi panggilan hasrat berdagang lebih kental, balik ke Langsa tahun 1998 kembali 1 tahun berjualan di kios nya yang strategis di jalan Sudirman Kota Langsa, bosan berjualan kemudian pernah bekerja di salah satu perusahaan Kayu Lapis di Langsa, ikut menjadi ABK kapal penangkap ikan di Belawan dan juga pernah bekerja menjadi TKI di Malaysia sampai akhirnya total balik mengembangkan usaha dagang peninggalan orang tua beliau.

Iskandar Haka

26 Januari 2009

Bukhari IPA 4 Alumni '85


Bukhari Abu
Teman kita ini berlebel 3 IPA 4 1985, di waktu sekolah dulu teman-teman seangkatan sering mangkal di Kios "Rapi Tailor" kepunyaannya dari ortu yang di sapa Abu maka kita memanggilnya Abu Khari. Suara tenor Bukhari menjadi ciri khas beliau sayang kalau di suruh menyanyi rada-rada takut padahal suaranya boleh tuh, selepas SMA melanjutkan kuliah di Universitas Samudra Langsa kayaknya selesai (ragu-ragu sih) atau bisa tidak selesai, pernah bekerja sebagai senior pemasaran di salah satu perusahaan rokok nasional, membuka warung kopi di halaman rumah ortunya sampai menjadi satpam di perusahaan kontraktor oil dan gas "Pacific Oil", kalau sekarang jika ditanya tentang pekerjaan jawabnya enteng aja "Mengolah apa pun yang bisa dijadikan duit" tentu dengan cara-cara halal.

Bapak dari 2 orang putra dan seorang putri ini sekarang tinggal di Paya Bujuk Seulemak-Langsa, dan tetap hidup sederhana dengan penuh ceria, pesan akhirnya "aku tetap jaga gawang aja di Langsa" he he he


Salam
Isblue

18 Januari 2009

Nizar Zulmi Alumni 1970 bercengkrama di Hutan Kota Langsa



Nizar Zulmi (Aktor Film dan Sinetron) berkunjung ke Taman Kota Langsa Yang di kelola oleh Bale Juroeng ditemani sahabat2 lamanya Alumni 1970

Lagu lagu Aceh terbaru tumbuh subur mengisi blantika musik di daerah Serambi Mekah, untuk memasarkan lagu tersebut banyak diantara produser rekaman lagu Aceh membuat video clipnya, sudah 2 hari di Hutan Kota Langsa diadakan pembuatan video clip lagu Aceh, dari tegur sapa dengan produser lagu tersebut terungkap bahwa mereka serombongan dari Lhoekseumawe, kami sebagi pengelola hutan ini hanya meminta kepada mereka untuk mencantumkan ucapan terima kasih kepada LSM Bale Juroeng di dalam video clip tersebut dan mereka berjanji untuk memenuhi permintaan kami.

Hari ini, minggu 18 Januari 2009 di hari ke-2 pembuatan video clip lagu Aceh, siang harinya Hutan Kota Langsa juga kedatangan seorang tamu yaitu Nizar Zulmi atau teman-teman seangkatan beliau memanggilnya “Adek”, bang Adek ini sudah tidak asing lagi bagi penggemar film dan sinetron telivisi di seluruh Indonesia karena wajah beliau kerap dipakai produser untuk memerankan banyak tokoh di sinetron Indonesia ,

Bang Nizar ini alumni SMA Negeri 1 Langsa tahun 70 an babenya dulu kepala penjara dan abang beliau juga pemain sinetron dan bintang film yaitu Azrul Zulmi (bang Abang), seangkatan dengan bang Adolf (abangnya Is Blue), bang Ucok Band (Benjamin Siregar) pendiri Radio Remaja Maju (RRM) bersama bang Anjar, bang Ayi (Zulhari). Mereka kemanapun pergi akan teringat kota Langsa, kota penuh kenangan manis, begitu kata bang Nizar kepada penulis, dan disambung oleh bang Khairil Anwar bahwa: kita Warga Langsa harus tampil Beda kemana pun kita merantau.

Mereka bercerita banyak tentang masa-masa sekolah di SMA yah ada cerita serius, canda, duka, pacaran sampai cerita-cerita yang paling konyol, sebut aja bang Ucok Band menuturkan bahwa ada teman mereka yang telah wafat (bang Buyung Abu) kalau naik pesawat terbang dari Medan ke Jakarta dengan bang Ucok ceritanya bikin takut aja “ Cok aku maunya pesawat yang kita naiki ini jatuh, karena kalau jatuh bini aku akan jadi kaya dari asuransi yang ia terima” he he he…. Habis aku ndak bisa bikin ia kaya ha ha ha, terus waktu pesawat sudah mendarat di Jakarta kembali almarhum bercanda “Cok ndak jadi kaya ….. bini aku”.

Pada dasarnya setiap angkatan alumni SMA Negeri 1 Langsa memiliki keakraban yang luar biasa, mereka masih berteman, becanda, bahkan keliling kota Langsa untuk melihat kembali tempat-tempat istimewa yang mereka pernah lihat, entah dari mana bang Nizar dan bang Khairil (sekarang Konsultan Akunting Perpajakan di Jakarta) mengetahui Hutan Kota Langsa sampai mereka mengajak bang Ucok dan bang Ayi untuk melihatnya, tapi yang pasti Bale Juroeng amat senang telah didatangi mereka. Kapan-kapan jika abang main sinetron masukkan dialog hutan ini bang ya abang tambah-tambah aja dialognya he he he……

Iskandar Haka (Isblue)
Alumni '85

Ket.: yang sendiri Bang Ucok Band kaca mata wiraswasta dan pemilik Café Strom di Langsa (Benjamin Siregar), yang be-3 dari kanan ke kiri bang Nizar Zulmi aktor sinetron Indonesia, bang Ayi (Zulhari) wartawan/koresponden Radio 68 H dan Elshinta Jakarta di Langsa dan bang Khairil Anwar

17 Januari 2009

Tak Kenal Lelah Mengelola Hutan Kota



Hutan Kota Langsa

Langsa 18 Januari 2009, matahari bersinar terang dan sudah 3 hari keluar dari hujan yang terus menerus membasahi kota ini. Hutan Kota Langsa adalah kumpulan hutan seluas 10 ha di Paya Bujuk Seuleumak, di sini airnya begitu bening, udara segar, kicauan burung tak henti-henti berbunyi bercampur dengan suara kodok dan kura-kura jika mereka yang peduli terhadap lingkungan tentu merasa betah bermalas-malasan di hutan ini.

Suara azan Dzuhur terdengar mengumandang, terlihat 4 personil LSM Bale Juroeng berhenti dari aktivitas mereka merawat Hutan Kota Langsa. Kegiatan rutin ini sudah menjadi hal yang biasa bagi segenab relawan khususnya di hari minggu full time di hutan ini, untuk urusan beribadah merupakan satu-satunya kegiatan yang wajib berhenti dari semua aktivitas, setelah sholat dilaksanakan untuk urusan konsumsi personil Lembaga Swadaya Masyarakat ini tidak merupakan tantangan karena di kantor mereka yang sederhana telah tersedia beras, mie instan, kacang hijau dan banyak lagi.

Sekilas apakah semuanya di masak dengan kompor gas atau menggunakan kompor bahan bakar minyak lampu, ternyata tidak demikian, mereka memasak di hutan ini memakai kompor yang diberi nama Save80 Stove dengan bahan bakar kayu. Oh itukan LSM lingkungan kok memasak dengan kayu, yah banyak warga Langsa terkejut jika melihat mereka memasak ternyata kompor mereka benar-benar kompor ajaib, untuk memasak air sebanyak 6 liter mereka hanya memerlukan ranting kayu kering hanya seberat 2 ons saja, dan untuk memasak nasi kompor tersebut hanya membutuhkan 3 ons ranting kayu dan kira-kira 20 atau 25 menit kemudian nasi sudah siap disantap, yang lebih luar biasa kompor tersebut juga memiliki komponen tambahan untuk menyimpan air dan nasi tetap hangat selama 8 jam.

Memang kompor Save80 tersebut bukan dibuat di Indonesia, tetapi di produksi di Jerman oleh Climate Change yaitu sebuah perusahaan industri skala rumah tangga di Jerman yang selama 15 tahun melakukan uji coba sampai kompor tersebut siap dipasarkan dengan jumlah terbatas dalam rangka penghematan pemakaian bahan bakar baik yang berasal dari fosil maupun kayu dan batu bara. Lewat jaringan kerja LSM Bale Juroeng di Jerman yaitu Diakonie Katastrophenhilfe-Germany (DKH) kami dipercakan untuk mengimpor kompor tersebut dalam rangka kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah Aceh-Nias dan dibagikan kepada masyarakat korban bencana lewat LSM lokal yang menjadi mitra mereka.

Jika teman-teman alumni SMA negeri 1 Langsa, kebetulan yang berada di luar kota tercinta kita ini lagi pulang kampung, jangan lupa untuk melihat hutan tersisa di dalam kota Langsa tersebut, dan jika membawa ikan segar atau ayam untuk dipanggang maka kompor Save80 siap membantu melejatkan apa pun yang dipanggang. Kami tunggu sahabat-sahabat.

Iskandar Haka (Isblue)
Alumni '85

21 Desember 2008

Siapa Sih… Mereka ?, Dimana Sih … Mereka ?.



Menulis itu semua orang bisa, tetapi tidak semua orang mau memulainya. Setiap tulisan itu adalah sejarah, tetapi sejarah juga bisa didapat dari bertutur (lisan) dan sejarah lisan biasanya akan berkurang bobotnya jika disampaikan dalam rentang waktu dan ruang tertentu seterusnya jika mata rantai penyampaiannya panjang juga akan memberikan bias berita dari sejarah tersebut, makanya jangan malu-malu untuk menulis agar bisa menjadi pelaku sejarah.
Pada kesempatan ini, ada 2 (dua) hal yang menarik perhatian untuk di tulis dan semoga bisa menjadi pemicu teman-teman untuk menulis di blogspot SMA Negeri 1 Langsa setelah tulisan ini di posting.

1. Siapa Sih Mereka ?

Di salah satu stasiun televisi swasta pada awal bulan Desember 2008 di beritakan; bahwa banyak patung-patung di beberapa lokasi ibukota Jakarta yang dibuat sebelum tahun 1990 tidak diketahui dengan pasti siapa mereka ...... ?, sebut saja Patung Selamat Datang di Bundaran HI , Siapa sih ....... Mereka ?, kemudian Patung Tani di Kramat Sentiong, Siapa sih.... Mereka ?, belum lagi Patung di Pancoran, Siapa sih..... Dia ?, mungkin patung-patung itu dapat diketahui oleh si pemahat nya, Siapa sih..... Pemahatnya ?, selanjutnya patung-patung yang dibuat di atas tahun 1990 lebih spesifik dan telah diketahui, sebut saja patung proklamator di pintu bandara Internasional Soekarno-Hatta, kita mengetahui siapa mereka, kemudian patung Panglima Besar di jalan Sudirman kita juga mengetahui dengan pasti beliau adalah Panglima Besar Jendral Sudirman.
Sejarah lah yang membuat kita bisa mengenal objek yang kita amati, dan sejarah itu bisa dipertanggung jawabkan jika ada tulisan-tulisan sebagai buktinya. Di Langsa tempat kita menimba ilmu di waktu SMA ada Tugu Bambu Runcing, Siapa sih...... perancangnya ?, hampir dapat dipastikan tidak ada satu pun dari warga Kota Langsa mengetahui siapa perancangnya ?, ini terjadi karena tidak ada data-data tulisan sejarah yang menyebutkan siapa perancangnya, paling jika kita telusuri kita hanya dapat mengetahui Tugu Bambu Runcing itu dibuat pada masa pemerintahan Bupati Kabupaten Aceh Timur di era awal-awal kemerdekaan.
Banyak bangunan-bangunan dan tempat bersejarah lainnya di Kota Langsa tidak diketahui siapa perancangnya, sebut saja swimbath (selembat), gedung Balee Juang dan rumah-rumah pegawai dan karyawan Perum Kereta Api dan PTP Nusantara 1, siapa sih ...... mereka? Perancangnya (arsitek), alhasil sebagian besar bangunan-bangunan tersebut telah lenyap dan berganti menjadi bangunan pertokoan maka hilang lah dari memori kita tentang siapa sih.... perancangnya?, tetapi jika ada catatan sejarah maka kita akan dapat mengenal mereka, pada masa sekarang kita cuma dapat mengetahui bahwa di pertokoan di jalan A. Yani (dulu Blok PJKA) terdapat bangunan kayu berarsitek indah warisan Kolonial Belanda, seterusnya kita mempunyai catatan sejarah Siapa sih.... Mereka? pejabat dan kontraktor yang memberikan izin dan yang membangun pertokoan tersebut.
Kita kembali kepada photo-photo dokumentasi teman kita Hariyono (Wietno) di blogspot SMA Negeri 1 Langsa, maka secara pasti pada saat kita melihat cuplikan photo-photo tersebut memori kita menerawang ke masa nostalgia di SMA, dan photo-photo itu telah diberikan keterangan tertulis sehingga menjadi lebih pasti menjadi dokumentasi sejarah karena telah diberikan tulisan atau keterangan oleh Wetno, selanjutnya tugas kita hanya mengoreksi jika terdapat kesalahan penulisannya.

2. Dimana sih ........... Mereka?

Menjadi tugas kita bersama untuk memulai membuat tulisan tentang banyak hal dari masing-masing teman-teman, bisa kenangan waktu di SMA baik di sekolah maupun di luar sekolah, kehidupan sekarang dan rencana-rencana di masa yang akan datang, jika teman-teman mulai dari sekarang sudah mau menulis maka kita dengan mudah akan dapat menjawab pertanyaan, Dimana sih....... Mereka ?,
Sebagai contoh, dimana sih Yasra ?, jika kita telah membuka blogspot SMA Negeri 1 Langsa, maka kita dengan pasti sudah dapat mengetahui alamat rumah buk Yasra Hayati, dan sekarang sudah bisa dipanggil Buk Hajjah Yasra hayati, juga bagi teman-teman perempuan sudah dapat memesan dan merancang baju untuk Idul Fitri tahun depan, dijamin dapat harga special dan syukur-syukur diberi gratis.
Dimana sih Ahmad Iqbal alias Bulek ?, kita dapat mengetahui bahwa Iqbal bekerja di kantor BPKP dan sekarang berada di Kalimatan, begitu juga kita sudah dapat mengetahui bahwa Salwina Adiyanti juga bekerja pada kantor yang sama yaitu di BPKP di Banda Aceh yang sebelumnya di Pekanbaru Riau. Selanjutnya saya tunggu tulisan teman-teman di Blogspot SMA Negeri 1 dan mulai dari sekarang kita sudah membuat catatan sejarah.

Ditulis oleh Iskandar Haka

18 Desember 2008

REUNI = MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI



Blogspot rancangan Witno harus kita acungkan jempol, mengapa? Jawabannya persis seperti judul tulisan di atas. Memang blogspot ini masih terbatas alumni III IPA 1 angkatan 1985 jadi masih bersifat mikro, hasilnya sudah luar biasa sebagai contoh kita bisa mengoreksi nama-nama guru SMA di masa kita sekolah dan mengoreksi nama teman-teman kita, data mikro ini harus akurat sehingga dalam tahapan-tahapan editing (perbaikan) sudah di dapat data-data lebih akurat dan terbaru dari teman-teman seangkatan.

Pada hari kamis tanggal 17 Desember 2008 tepatnya di Hutan Kota Langsa, Kelurahan Paya Bujuk Seuleumak tempat saya sehari-hari melaksanakan kegiatan bersama teman-teman relawan lingkungan kedatangan 6 sahabat alumni SMP Negeri 1 Langsa angkatan 1982, 5 orang diantaranya adalah juga teman-teman seangkatan kita di SMA Negeri 1 Langsa, 2 diantarannya yaitu saudara Budiarto dan Armen sekarang wiraswasta di Medan (III IPS 1), dan 3 sahabat dari kelas III IPA 4 yaitu Syawal (sekarang wiraswasta di Medan), Hanifsah (bekerja di Newmont Dairi) dan Mirzapli (pegawai PDAM Kota Langsa), satu diantara mereka yaitu Hanif mengetahui adanya blogspot rancangan Witno ini sehingga ia bertanya apa ada kemungkinan teman-teman selain dari III IPA 1 dapat ikut serta bergabung, dan jawaban saya spontan saja “BISA” walaupun memang akan memberikan ekstra kerja bagi Witno untuk mendesaint ulang blogspot yang telah dibuat.

Perkembangan teknologi telah memberikan harapan bagi kita untuk mendapatkan informasi lebih mudah dan lebih murah, artinya kita telah dengan mudah dapat menyambung tali silaturahmi dimanapun kita berada di dunia ini, mata rantai berikutnya akan menghasilkan sejumlah hal-hal yang tak terduga seperti terbukanya peluang-peluang untuk mendapatkan kesempatan lebih baik seperti contoh terbukanya rezeki, pengalaman spontan dari kedatangan 6 sahabat-sahabat kita tersebut paling tidak ada banyak informasi baru tentang keberadaan teman-teman kita di SMA Negeri 1 Langsa dan aktivitas mereka sekarang.

Dari ajang silaturrahmi melalui blogspot ini tidak tertutup kemungkinan bagi kita semua untuk bertemu dalam REUNI AKBAR SMA Negeri 1 Langsa pada masa yang akan datang, dan perencanaannya sudah dapat kita mulai dari sekarang jika memang bisa memberikan nilai manfaat untuk SMA Negeri 1 Langsa khususnya dan Kota Langsa serta daerah Aceh umumnya. Pada kesempatan yang lain akan saya sumbangkan tulisan-tulisan untuk menebar informasi bagi kita semua, semoga blogspot rancangan Witno ini bisa memberikan makna seperti Mata Air sebagai Sumber Kehidupan, begitulah layaknya blogspot ini bisa memberikan arti yang lebih baik bagi kita.

Is Blue

25 September 2008

Penghuni Surga


Hei penonton...!!!!, mau denger ga cerita tentang ketua kelas kita, ya iyalah Isbloe pastinya, he he he. Waktu kita kelas 3 ipa 1, pernah dengerkan nama Mega cewek can tik, putih, mulus dan punya lesung pipit juga kayak Isbloe. Cewek itu kelas 1 ipa 1, nah cewek itulah yang ditaksir sama Ketua Kelas kita, karena rasa hormat sama ketua terpaksa aku dan yang lainnya mundur tidak ikut bersaing, peluang sudah ada tapi tidak dimanfaatkan , sayang banget. Hingga akhirnya waktu berjalan gitu aja tanpa ada komitmen apa-apa karena tidak mempunyai "keberanian", tp Isbloe cinta berat men...., makanya sampai sekarang belum menemukan jodoh juga, padaha kalau Mega dan Isbloe jadian mereka termasuk "penghuni surga" karena sabar dan Syukur (Isbloe bersyukur ngedapetin Mega, dan Mega selalu bersabar mendapatkan Isbloe,..hik hik hik hiccckk hua hua hahaaaaaaaa. Namun 2 bulan yang lalu Si Ipaq (my wife) dan anakku (Sadam) pulang ke Langsa, mereka diperkenalkan sama calonnya (ternyata gadis itu adiknya Adi Junaidi kelas IPS). Jadi jodohnya hampir tiba, kita tunggu saja undangannya sembari mendoakan semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untuk ketua kelas kita, amin ya Rabbal alamin.

Buku Tamu

Kenangan 3IPA1 Angkatan 83-85

Photo Kenangan 3IPA3 Angkatan '80-83