
Anwar adalah alumni '86 yang berjurusan IPA, berkelas 3IPA4, berumah seputaran RS Langsa (yang pasti bukan di kamar mayat..hehehe), berbadan sedang (walau sekarang berperut gendut), dan berkulit putih tua (dibawah si Blue dikitlah hahahaha),... sekarang berdomisili di Qatar. Semasa SMA Anwar ber Genk sama Dodok, Muslem , T.Muldisyah, terkadang Maidol 'Babe" kadang Alm. Eric dan terkadang aku dan si blue juga gabung di warung Banda,... hehehe dengan uang 500 teh mameh saboh , samsu sebatang, kue ga ke itung "Pas bang" itu kata2 yg sering di bilang saat bayar,...woiii kelen harus cari tuh abang, minta maaf ... hehehehe (me too friend).
Ada kisah dari seorang Muslem saat di SMA,...
Gentlement ala Muslem
Ceritanya begini, buk guru yang cantik itu menyuruh aku kedepan untuk menyelesaikan sebuah soal di papan tulis, dengan susah payah aku menyelesaikan soal yang ditugaskan pada ku, kelas terasa hening dan semua kawan2 sibuk memecah soal di meja mereka masing2, termasuk buk Zahratus sendiri sibuk menulis di mejanya, kelas memang betul2 hening.
Setelah sekian lama hening aku telah menyelesaikan tugas ku di papan tulis, kemudian ku sampaikan ke buk Zahratus.
Buk Zahratus melihat kepapan tulis menganalisa hasil kerjaku tampa melihat ke murid2nya dan dengan tenanngya menyebutkan “Ini sudah betul” dan seketika dari belakang sahabatku menyambungnya “ Tapiiiii tidak Benarr” dengan r yang hilang, Gerr kawan2 sekelas pada tersenyum dan tertawa kecil. Si ibuk tidak menampakkan wajah marah dan dengan tenangnya memrintah siapa yang telah bersuara “tapi tidak benar itu” di suruh tolong maju kedepan, dan kelas tambah hening dan tak ada satu sahabatpun yang mau maju kedepan, berulang kali buk Zahratus menyuruh kedepan dan akhirnya buk Zahratus menambahakan kata2nya” sebagai seorang laki2 kita itu harus gentlementlah/bertanggung jawablah kalau sudah berbuat, nah itulah beda laki2 dengan perempuan” kata beliau.., sahabat2 ku pada jahilin si Muslem nyuruh kedepan sebagai seorang laki2 yang bertanggung jawab, kemudian dengan tenangnya sahabat ku ini berdiri berjalan pelan2 kedepan sambil menarik jelananya keatas, semua sahabatku melihat kearah si Muslem dengan wajah tak berdosanya berjalan mendekati si Ibuk, si Ibuk pun dengan tenang tidak berkata apa2 lansung menampar sahabat ku sekuat-kuat, wah kami sekelas terpana melihat what happened dengan guru cantikku hari itu, kok marahnya bisa seperti itu, dan tersenyum/geli melihat suasana itu, setelah kami menyerang si Muslem dengan kata gentlements dan jam istihat pun kami jahilin si Muslem di warung banda dekat stadion di waktu dia mengambil bakwan free ya harus gentlemenlah…any how begitulah ceritanya,
Cerita ditulis oleh Anwar Umar
Salam kompak,
Anwar Umar
Ket Photo : dari kiri adalah, T.Muldisyah,Dodok, Muslem dan Anwar