
Menulis itu semua orang bisa, tetapi tidak semua orang mau memulainya. Setiap tulisan itu adalah sejarah, tetapi sejarah juga bisa didapat dari bertutur (lisan) dan sejarah lisan biasanya akan berkurang bobotnya jika disampaikan dalam rentang waktu dan ruang tertentu seterusnya jika mata rantai penyampaiannya panjang juga akan memberikan bias berita dari sejarah tersebut, makanya jangan malu-malu untuk menulis agar bisa menjadi pelaku sejarah.
Pada kesempatan ini, ada 2 (dua) hal yang menarik perhatian untuk di tulis dan semoga bisa menjadi pemicu teman-teman untuk menulis di blogspot SMA Negeri 1 Langsa setelah tulisan ini di posting.
1. Siapa Sih Mereka ?
Di salah satu stasiun televisi swasta pada awal bulan Desember 2008 di beritakan; bahwa banyak patung-patung di beberapa lokasi ibukota Jakarta yang dibuat sebelum tahun 1990 tidak diketahui dengan pasti siapa mereka ...... ?, sebut saja Patung Selamat Datang di Bundaran HI , Siapa sih ....... Mereka ?, kemudian Patung Tani di Kramat Sentiong, Siapa sih.... Mereka ?, belum lagi Patung di Pancoran, Siapa sih..... Dia ?, mungkin patung-patung itu dapat diketahui oleh si pemahat nya, Siapa sih..... Pemahatnya ?, selanjutnya patung-patung yang dibuat di atas tahun 1990 lebih spesifik dan telah diketahui, sebut saja patung proklamator di pintu bandara Internasional Soekarno-Hatta, kita mengetahui siapa mereka, kemudian patung Panglima Besar di jalan Sudirman kita juga mengetahui dengan pasti beliau adalah Panglima Besar Jendral Sudirman.
Sejarah lah yang membuat kita bisa mengenal objek yang kita amati, dan sejarah itu bisa dipertanggung jawabkan jika ada tulisan-tulisan sebagai buktinya. Di Langsa tempat kita menimba ilmu di waktu SMA ada Tugu Bambu Runcing, Siapa sih...... perancangnya ?, hampir dapat dipastikan tidak ada satu pun dari warga Kota Langsa mengetahui siapa perancangnya ?, ini terjadi karena tidak ada data-data tulisan sejarah yang menyebutkan siapa perancangnya, paling jika kita telusuri kita hanya dapat mengetahui Tugu Bambu Runcing itu dibuat pada masa pemerintahan Bupati Kabupaten Aceh Timur di era awal-awal kemerdekaan.
Banyak bangunan-bangunan dan tempat bersejarah lainnya di Kota Langsa tidak diketahui siapa perancangnya, sebut saja swimbath (selembat), gedung Balee Juang dan rumah-rumah pegawai dan karyawan Perum Kereta Api dan PTP Nusantara 1, siapa sih ...... mereka? Perancangnya (arsitek), alhasil sebagian besar bangunan-bangunan tersebut telah lenyap dan berganti menjadi bangunan pertokoan maka hilang lah dari memori kita tentang siapa sih.... perancangnya?, tetapi jika ada catatan sejarah maka kita akan dapat mengenal mereka, pada masa sekarang kita cuma dapat mengetahui bahwa di pertokoan di jalan A. Yani (dulu Blok PJKA) terdapat bangunan kayu berarsitek indah warisan Kolonial Belanda, seterusnya kita mempunyai catatan sejarah Siapa sih.... Mereka? pejabat dan kontraktor yang memberikan izin dan yang membangun pertokoan tersebut.
Kita kembali kepada photo-photo dokumentasi teman kita Hariyono (Wietno) di blogspot SMA Negeri 1 Langsa, maka secara pasti pada saat kita melihat cuplikan photo-photo tersebut memori kita menerawang ke masa nostalgia di SMA, dan photo-photo itu telah diberikan keterangan tertulis sehingga menjadi lebih pasti menjadi dokumentasi sejarah karena telah diberikan tulisan atau keterangan oleh Wetno, selanjutnya tugas kita hanya mengoreksi jika terdapat kesalahan penulisannya.
2. Dimana sih ........... Mereka?
Menjadi tugas kita bersama untuk memulai membuat tulisan tentang banyak hal dari masing-masing teman-teman, bisa kenangan waktu di SMA baik di sekolah maupun di luar sekolah, kehidupan sekarang dan rencana-rencana di masa yang akan datang, jika teman-teman mulai dari sekarang sudah mau menulis maka kita dengan mudah akan dapat menjawab pertanyaan, Dimana sih....... Mereka ?,
Sebagai contoh, dimana sih Yasra ?, jika kita telah membuka blogspot SMA Negeri 1 Langsa, maka kita dengan pasti sudah dapat mengetahui alamat rumah buk Yasra Hayati, dan sekarang sudah bisa dipanggil Buk Hajjah Yasra hayati, juga bagi teman-teman perempuan sudah dapat memesan dan merancang baju untuk Idul Fitri tahun depan, dijamin dapat harga special dan syukur-syukur diberi gratis.
Dimana sih Ahmad Iqbal alias Bulek ?, kita dapat mengetahui bahwa Iqbal bekerja di kantor BPKP dan sekarang berada di Kalimatan, begitu juga kita sudah dapat mengetahui bahwa Salwina Adiyanti juga bekerja pada kantor yang sama yaitu di BPKP di Banda Aceh yang sebelumnya di Pekanbaru Riau. Selanjutnya saya tunggu tulisan teman-teman di Blogspot SMA Negeri 1 dan mulai dari sekarang kita sudah membuat catatan sejarah.
Ditulis oleh Iskandar Haka